Senin, 03 Agustus 2015

Nama Latin Tumbuhan

Zea mays L. - jagung
Oryza sativa - padi
Musa paradisiaca - pisang
Gnetum gnemon -  melinjo
Durio zibertinus -  durian
Allium cepa -  bawang merah
Allium sativum -  bawang putih
Eclipta alba -  urang aring
Salaca zalaca -  salak
Parkia speciosa -  petai
Ficus benjamina -  beringin
Cocos nucivera -  kelapa
Zingiber officinale  -  jahe
Tamarindus indica -  asam
Citrus nobilis -  jeruk keprok
 Carica papaya -  pepaya

Nama Latin Hewan yang Gampang Dihapal

assalamualaikum.
jadi gini, dulu gw pas SMA pernah dikasih tugas ngehapalin nama-nama latin hewan, nah kan dulu masih polos tuh, jadi nyari yang gampang diinget, sampe sekarang sih udah (katanya) kuliah masih inget, alhamdulillah ahhahaha.

tapi ini cuma buat kepepet aja ya guys, bagusnya jangan pilih-pilih, toh ilmu juga dan baik buat kita
oke mulaiiiiii~~~~~~

1. Naja naja - ular kobra
2. Bufo bufo - kodok
3. Gallus gallus - ayam
4. Bos bubalus - kerbau
5. Chanos chanos - bandeng
6. Babiroussa babirussa - babirusa
7. Felis catus - kucing
8. Felis tigris -harimau
9. Aligator mississipiensis - buaya misisipi
10. Cacatua galerita - kakatua jambul kuning
11. Varanus comodoensis - komodo
12. Macaca moura - monyet makaka

Archaebacteria VS Eubacteria

assalamualaikum.

kita mau versus-in archae & eu nih, mariiiii

1. archaebacteria
   berasal dari kata "archaios" -> purbakala
   struktur tubuhnya sederhana
   prokariotik (tak punya membran inti)
   dinding sel tak mengandung peptidoglikan
   hidup di tempat ekstrem
  
jenis-jenis
a. metanogen
    - menghasilkan metana
    - anaerob
    - prokariot
    - hidup di rawa, dalam tanah

co/ Ruminococcus albus

b.  halofil
   - hidup di daerah dengan kadar garam tinggi
   - merupakan bakteri ordopsin (menangkap cahaya)
  
co/ Halobacterium sp.

c. thermofil
   - Hidup di daerah panas dan pH rendah ( 110-145 derajat C // pH 1-2)

CO/ Thermoplasma sp


2. Eubacteria
bakteri sejati/ sesungguhnya
- hidup bebas
- uniseluler
- dinding sel mengandung peptidoglikan
- prokariotik

co/ Mycobacterium tuberculosis, Closridium tetani
 
Macam-Macam eubacteria
1. berdasarkan bentuk
- Coccus (bulat)
  ada monococcus (1 bulatan)
         diplococcus (2 bulatan)
        staphylococcus ( spt anggur)
        tetracoccus ( 4 bulatan)
        streptococcus (seperti rantai)
 - basil (batang)
 ada monobasil
       diplobasil
-spiril (melengkung)
ada vibrio (seperti koma)
      spiral

2. berdasarkan alat gerak
- atrik (tanpa)
- monotrik (satu)
-lapotrik (alat gerak banyak di satu sisi)
- amfitrik  (alat gerak banyak di dua sisi)
- peritrik (alat gerak menyebar)

3. berdasarkan dinding sel
a. gram positif
    -peptidoglikan tebal
    - warna ungu (kalau diberi pewarnaan Gram)

b. gram negatif
    - peptidoglikan hampir tidak ada
    - warna merah (kalau diberi pewarnaan Gram)

Rabu, 22 Juli 2015

Binomial Nomenklatur (Sistem Nama Ganda)

binomial nomenklatur ditemukan oleh Carolus Linnaeus


- terdiri dari dua kata, yang pertama genus, yang kedua spesies
- huruf pertama pada genus harus kapital, selain itu tidak
- nama diberi garis bawah, dicetak miring, dipertebal, atau dibedakan dari tulisan lain
- nama penemu ditulis lengkap atau disingkat (contoh, jagung ditemukan oleh Linnaeus, berarti Zea mays L.)
- nama menggunakan bahasa latin atau dilatinkan (contoh dilatinkan:  Bambusa spinosa)
- jika nama tumbuhan terdiri lebih dari dua kata maka:
1. digabung, contoh: Hibiscus rosasinensis                                                                                      
2. diberi tanda hubung, contoh: Hibiscus rosa-sinensis
- jika nama hewan terdiri lebih dari dua kata dan kata tersebut menunjukan nama subspesies maka ditulis terpisah. contoh: Felis maniculata domestica (kucing rumah)


gambar didapat dari: en.wikipedia

Klasifikasi Makhluk Hidup

fungsi: - mengelompokan MH berdasarkan ciri tertentu
            - mempermudah mengenali MH

ilmu yang mempelajari klasifikasi: taksonomi


klasifikasi MH:
- Alami: berdasarkan morfologi (bentuk luar) & anatomi (letak bagian tubuh)
- filogeni: berdasarkan riwayat sejarah
- buatan; berdasarkan ciri morfologi secara detail

urutan klasifikasi:
Kingdom/ Regnum ( kerajaan)
Filum/ divisi (keluarga besar)
kelas (kelas)
ordo (bangsa)
famili (suku)
jenus (marga)
spesies ( jenis)


catatan:
kingdom untuk hewan
regnum untuk tumbuhan
filum untuk hewan
dicisi untuk tumbuhan
             

Metode Ilmiah

assalamualaikum. salam sejahtera.

oke kali ini kita belajar bareng soal metode ilmiah.

1. menemukan masalah
2. merumuskan masalah
3. observasi
4. menyususn hipotesis
5. membuat rencana penelitian
    5.1 membuat variabel penelitian
    5.2 menentukan perlakuan
6. melakukan penelitian
7. mengumulkan data
8. menganalisis data
9. menyusun laporan

atau lebih gampangnya bisa kita singkat, saya dapet singkatan ini dari media belajar online zenius, kalau temen-temen pengguna zenius juga pasti tau deh hehe

P ~> Problem
O ~> observation
H ~> hypothesis
E ~> experiment
C ~> conclusion

Minggu, 21 Juni 2015

Sistem Endokrin



•       Hormon adalah senyawa organic yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu)
•       Menurut bahasa hormone berasal dari kata “hormaen” yang berarti menggiatkan
•       Hormon juga disebut sebagai sistem yang tersusun dari penghasil hormon (kelenjar/glandula) dan hormon itu sendiri. Hormon itu bentuknya cair yang dihasilkan oleh kelenjar.

MACAM KELENJAR
•       kelenjar secara umum ada 2 macam, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.
•       kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang menghasilkan hormon yang dikeluarkan tidak di darah, tetapi di permukaan suatu organ atau jaringan epitel.
•       kelenjar endokrin adalah kelenjar yang mengeluarkan hormon ke darah.

CIRI HORMON
•       Hormon akan dikeluarkan oleh kelenjar endokrin bila ada rangsangan (stimulus).
•       Hormon tidak mempunyai saluran khusus
•       Hormon masuk kedalam system peredaran darah menuju ke organ sasaran.
•       Jumlah hormone yang diperlukan sedikit, tapi mempunyai kemampuan kerja yang besar dan lama
•       jika jumlah hormon yang disekresikan berlebih atau kurang, akan timbul kelainan-kelainan pada tubuh.
•       Beberapa hormon juga bekerja secara antagonis, contohnya insulin dengan glukogen, serta PTH dengan kalsitonin

FUNGSI HORMON
•       mengendalikan proses pertumbuhan dan perkembangan
•       Mengendalikan proses reproduksi
•       Mengendalikan proses metabolisme zat
•       menjaga keseimbangan dalam tubuh atau disebut juga homeostasis.
•       Mengatur tingkah laku (behavioral)

HUBUNGAN SYARAF DENGAN HORMON
•       Hormon dan sistem saraf bersama-sama mengatur regulasi tubuh:
•       Mengatur kesetimbangan cairan tubuh dalam proses homeostatis (nutrisi, metabolisme, kesetimbangan garam dan air, kesetimbangan gula hingga ekskresi)
•       Bereaksi terhadap rangsang dari luar tubuh
•       Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan
•       Pengaturan dan penyimpanan energi

KELENJAR BUNTU BERDASARKAN AKTIVITAS
•       Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misal hormon yang  memegang peranan dalam metabolisme.
•       Kelenjar yang bekerja mulai masa tertentu, misal hormon kelamin.
•       Kelenjar yang bekerja sampai masa tertentu saja, misal hormon
    pertumbuhan, hormon timus.



KELENJAR BUNTU BERDASARKAN LETAK
•       Kelenjar hipofisis, terletak di dasar otak besar.
•       Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok, terletak di daerah leher.
•       Kelenjar paratiroid atau kelenjar anak gondok, terletak di dekat kelenjar gondok.
•       Kelenjar epifise.
•       Kelenjar timus atau kelenjar kacangan.
•       Kelenjar adrenal atau suprarenalis, terletak di atas ginjal.
•       Kelenjar pankreas atau pulau-pulau Langerhans, terletak di sebelah bawah lambung (ventrikulus).
•       Kelenjar usus dan lambung.
•       Kelenjar kelamin atau kelenjar gonad, pada wanita terletak di daerah rongga perut, pada pria di dalam buah zakar dalam kantong skrotum.







KELENJAR HIPOFISIS
•       Terletak di bagian dasar otak di bawah hipotalamus
•       Terdiri dari 3 bagian:
•       1. hipofisis depan (lobus anterior) menghasilkan hormone:
•       A. somatotropin (STH=Growth Hormon)
•       Fungsi: merangsang sintesis protein, metabolism lemak, dan otot
•       Defisiensi: dwarfisme (kerdil)
•       Kelebihan: gigantisme (tumbuh raksasa pada anak), akromegali (pertumuhan tidak seimbang pada persendian dan ujung tulang orang dewasa)
•       B. tirotropin ( TSH = Thyroid stimulsting hormone)
•       Fungsi: mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok, merangsang tiroid mensekresikan tiroksin.
•       C. adrenokortikotropik (ACTH=Adrenocorticotropic hormone)
•       Fungsi: merangsang korteks adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid dan mineralokortikoid.
•       D. prolactin (LTH= luteotropic hormone)
•       Fungsi: merangsang kelenjar mamae(kelenjar susu) dan memelihara korpus luteum dalam memproduksi progesterone
•       E. gonadotropin
          Terdiri dari:
      1. FSH (Folice stimulating hormone)
      pada wanita: mengatur perkembangan ovarium dan berpengaruh pada kematangan folikel
      pada pria: mengatur pembentukan sperma (spermatogenesis)
b.       LH (Luteinizing Hormone)
Pada wanita: merangsang pelepasan telur dari ovarium (ovulasi) dan meluruhkan dinding ovarium
Pada pria: disebut ISCH (interestitial cell stimulating hormone) untuk merangsang sel intersisial testis memproduksi  testosterone dan androgen (androsteron)
•       2. Hipofisis bagian tengah (lobus intermediet)
-   penghasil melanotropin (MSH= melanocyt stimulating hormone)
-          untuk hewan berfungsi sintesis melanin dan penyebaran melanofor  untuk kamuflase.
•       3. hipofisis bagian belakang (lobus posterior) mensekresikan hormone:
•       Vasopresin (ADH=anti diuretic hormone) yang berfungsi pada reabrorbsi tubulus ginjal. Defisiensi: sering buang air & diabetes insipidus
•       Oksitosin, berfungsi  merangsang kontraksi otot dinding Rahim dan sekresi air susu.

KELENJAR TIROID
•       Terdapat pada leher bagian depan, dibawah jakun
•       1. hormone tiroksin
                Hormon tiroksin akan aktif jika mendapat perintah dari TSH yang berada   di hipofisis. Kerja hormon tiroksin banyak dipengaruhi oleh kadar iodin di dalam darah dan mengontrol kecepatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan energy
•       kelebihan: morbus basedowi (meningkatnya metabolisme, meningkatnya denyut jantung, gugup, emosional, pelupuk mata terbuka lebar, dan bola mata melotot (eksoftalmus), pada anak akan menyebabkan gigantisme
•       Kekurangan: kretinisme, mixoedem (obesitas & kecerdasan menurun pada orang dewasa)
•       2. hormone kalsitonin
mengatur keseimbangan kadar kalsium di dalam darah sehingga mencegah kalsium keluar dari tulang.

KELENJAR PARATIROID
•       Terdapat pada dorsal kelenjar tiroid
•       Menghasilkan parathormon (PTH). Parathormon merupakan hormon yang bersama dengan kalsitonin mengatur kadar kalsium tubuh.
•       Defisiensi: peningkatan ekstibilitas system saraf dengan kerja otot, tetanus
•       Kelebihan: kadar kalsium dalam darah meningkat, hal ini akan mengakibatkan terjadinya endapan kapur pada ginjal, disebut batu ginjal.

KELENJAR TIMUS
•       terletak dalam rongga dada dan melekat di belakang tulang dada.
•       Membuat hormon somatotropin yang berguna untuk pertumbuhan.
•       Defisiensi: -usia muda:kretinisme (kerdil)
•       Kelebihan: -usia muda: gigantisme
•                            -usia dewasa: akromegali (pertumbuhan ujung tulang pipa ke arah                                                                                                     samping)

KELENJAR SUPRARENALIS
•       Terletak diatas ginjal, tersusun dari korteks dan medulla
•       Bagian korteks:
•       Mineralokortikoid: mengatur keseimbangan air dan elektrolit Na dan K
•       Gonadokortikoid: androgen dan estradiol dalam jumlah sedikit
•       Glukokortikoid: metabolism lemak & protein untuk membentuk glukosa
•       Bagian medulla:
•       Adrenalin: menyempitkan pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah, mengendurkan otot bronkiolus sehingga melegakan pernapasan. metabolism karbohidrat dengan sekresi glukosa dari hati
•       Kelainan pada adrenal: 1. adison: hipofungsi adrenal
                                                                2. coushing syndrome: hiperfungsi adrenalin
                                                                3. virilisme: munculnya ciri kelamin sekunder pada pria dan wanita
•       Noradrenalin: menaikan tekanan darah dengan merangsang serabut otot dalam dinding pembuluh darah untuk kontraksi

KELENJAR EPIFISIS (PINEAL)
•       Melekat pada otak diatas cerebellum
•       Menghasilkan hormone melatonin
•       Fungsi melatonin:
•       Penghambat fungsi reproduksi
•       Zat antioksidan dalam otak
•       Mengatur ritme bilogis harian



KELENJAR PANKREAS (LANGERHANS)
•       Kelenjar pankreas merupakan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon, sekaligus merupakan kelenjar eksokrin karena menghasilkan enzim pencernaan.
•       Menghasilkan Insulin, berfungsi antagonis dengan hormon adrenalin, yaitu untuk mengubah gula menjadi glikogen di dalam hati dan otot.
•       mengatur kadar gula darah agar tetap seimbang
•       Defisiensi: diabetes mellitus

KELENJAR KELAMIN (GONADE)
•       Kelenjar kelamin pria (testis)
                menghasilkan androgen (testosterone).
                ICSH (Intersistiel Cell Stimulating Hormone), salah satu hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari berperan dalam pendewasaan tersebut. ICSH merangsang testis (buah zakar) untuk menggetahkan androgen atau testosterone.
Fungsi testosterone: spermatogenesis, memberi feedback pada sekresi Luteinizing                                                                                           hormone
                                                                               
•       Kelenjar kelamin wanita (ovarium)
                Masa pubertas dipicu oleh hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone).
  1. Estrogen
•       dihasilkan folikel de graaf.
•       bertanggung jawab dalam memelihara fungsi organ kelamin dan merangsang perkembangan endometrium serta memacu pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder wanita,
  1. Progesterone
•       Dihasilkan korpus luteum
•       Fungsi:
•       Menghalangi produksi FSH
•       Mengatur pertumbuhan plasenta
•       Memperlancar produksi ASI bersama laktogen

KELENJAR GASTROINTESTINAL
ü  Kelenjar di usus
Menghasilkan sekretin & kolesistokinin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pancreas
ü  Kelenjar di lambung
Menghasilkan gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah lambung


KELENJAR HIPOTALAMUS
•       Menghasilkan hormone:
•        CRF (Corticitropin  Releasing Factor)
•       GnRF (gonadotropin releasing factor)
•       TRF (tirotropin releasing factor)
Ketiganya langsung disekresikan ke  hipofisis

KELENJAR PLASENTA
•       Menghasilkan hormone progesterone & HCG (human chorionic gonadotropin) yang fungsinya sama dengan LH & FSH